Musik Dipercaya Sebagai Sumber Kebahagiaan dan Penghilang Stress

advertise here
Di dunia ini pasti semua orang memiliki rasa kecintaan terhadap musik, entah hanya sekeda suka atau pun memiliki kecintaan yang lebih terhadap musik. Selama berabad-abad pun musik dipercaya sebagai sumber kebahagiaan bagi setiap orang. Ketika merasa berada pada masa sulit atau tengah merasa sedih, musik bisa memberi hiburan, baik hanya mendengarkan maupun memainkan alat tertentu. Manfaat positif dari musik tersebut juga diungkapkan musisi sekaligus komposer ternama Erwin Gutawa. Dampak musik, menurut dia, tak hanya didapatkan oleh mereka yang membuat musik, tetapi juga kepada mereka yang memainkan musik dan mendengarkan musik itu.


"Intinya musik membahagiakan semua orang," kata Erwin di sela peresmian Erwin Gutawa Music School di Jalan Suryo. Erwin menambahkan, bermusik sangat bersinggungan dengan aktivitas fisik. Dalam beberapa hal, musik bahkan juga digunakan untuk terapi kesehatan. Bermain musik juga dinilai mampu merangsang motorik seseorang. Bahkan bagi pendengarnya, musik juga secara alami kerap membuat tubuh "bergoyang". Tentunya, efek baik tersebut bisa didapatkan dengan mendengarkan musik yang tepat.

"Yang normal (tidak sedang terapi pengobatan) saja kita sadari kita selalu bergerak saat dengar musik. Itu kan tanpa disadari. Tentu untuk mengatasi stres, itu juga bisa," tutur pendiri Erwin Gutawa Orkestra itu. Menurut dia, musik juga tak membatasi umur bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Salah satu program di Erwin Gutawa Music School, yaitu "Music Lovers", bahkan memungkinkan siapa pun untuk ikut belajar musik. Belajar musik tak melulu diartikan untuk orang-orang yang ingin berkarir sebagai musisi atau ingin menjadi musisi andal. Dalam program ini, mereka yang menyukai musik bisa belajar musik dan mengasah kemampuannya.

"Konsep kami adalah music for everyone yang pasti positif. Ngisi waktu aja positif, daripada jalan-jalan," kata Erwin. Menurutnya, banyak pula mereka yang berusia tidak muda lagi ingin belajar musik. Misalnya, karena pernah memainkan instrumen tertentu saat muda dulu. "Saya dan teman-teman mendeteksi kebutuhan musik terhadap orang-orang ini. Orang tua sudah enggak ada ambisi lagi (jadi musisi andal), tapi tetap ingin ada saluran belajar," tutur produser musik sejumlah musisi ternama itu.